Tanggal 2 Agustus 2025 menjadi hari yang istimewa bagi ratusan anak dan orang tua yang hadir di Youreka Kids Farm, Tangerang. Dalam suasana meriah sekaligus edukatif, PT. Anak Cerdas Indonesia bersama Danone menggelar Festival Anak 2025 dengan tema “Dukung Anak Terampil dan Mandiri Melalui Bermain”.
Sejak pagi, area acara dipadati keluarga. Anak-anak dengan wajah ceria mengenakan pakaian santai, sebagian bersiap dengan celemek hijau bertuliskan Youreka, tanda bahwa mereka akan mengikuti aktivitas bermain sambil belajar. Para orang tua tampak antusias, tidak hanya mengantar, tetapi juga ikut duduk menyimak sesi diskusi yang disiapkan panitia.
Tema besar festival ini berangkat dari kesadaran bahwa bermain bukan hanya kegiatan mengisi waktu luang, melainkan bagian penting dari tumbuh kembang anak. Melalui bermain, anak belajar berinteraksi, mengambil keputusan, mengendalikan emosi, hingga memecahkan masalah.
Perwakilan PT. Anak Cerdas Indonesia dalam sambutannya menegaskan:
“Kami percaya bahwa bermain adalah hak setiap anak sekaligus pintu masuk untuk mengembangkan keterampilan hidup. Anak yang sering distimulasi lewat aktivitas bermain cenderung lebih percaya diri, mandiri, dan kreatif.”
Festival Anak 2025 pun hadir sebagai ruang belajar bersama—anak diberi kesempatan mengeksplorasi, orang tua mendapatkan ilmu, dan semua bisa merayakan kebersamaan.
Acara dibuka dengan sesi talkshow parenting. Puluhan orang tua memenuhi kursi yang tersedia, mendengarkan paparan pakar tumbuh kembang anak mengenai pentingnya stimulasi sejak usia dini.
Materi yang dibawakan sederhana tapi aplikatif, misalnya cara mengajarkan anak disiplin melalui rutinitas bermain, bagaimana mengenali tanda anak siap mandiri, hingga tips memilih permainan yang sesuai usia. Diskusi berlangsung interaktif; banyak orang tua yang mengajukan pertanyaan seputar pola asuh, kebiasaan anak di rumah, hingga tantangan mendampingi anak di era digital.
Seorang ibu peserta mengaku senang bisa mendapatkan insight baru:
“Biasanya saya menganggap mainan itu sekadar hiburan. Tapi dari acara ini, saya jadi tahu bagaimana permainan sederhana bisa melatih anak lebih terampil, bahkan mandiri.”
Sementara orang tua sibuk mendengarkan talkshow, anak-anak berbaris rapi mengikuti fasilitator. Mereka terlihat semangat dengan celemek hijau, bersiap menjelajah berbagai wahana edukatif.
Salah satu kegiatan favorit adalah bermain di area peternakan mini. Di sana, anak-anak dikenalkan dengan hewan ternak seperti sapi. Dengan dipandu fasilitator, mereka belajar bagaimana memberi makan sapi, apa manfaat susu, dan mengapa hewan perlu dirawat dengan baik. Suasana penuh gelak tawa ketika beberapa anak dengan polos mencoba menirukan suara sapi.
Di area lain, anak-anak diajak memasak sederhana dan berkebun. Mereka mencuci sayuran, menyiapkan bahan, dan mencoba menanam. Aktivitas ini melatih koordinasi motorik sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab. Ada anak yang dengan bangga menunjukkan hasil tanamannya kepada orang tua.
Kegiatan juga diisi dengan permainan kelompok yang menekankan kerja sama, keberanian, dan komunikasi. Anak-anak belajar mendengarkan instruksi, menunggu giliran, serta menghargai teman. Meski sederhana, aktivitas ini menanamkan nilai penting untuk kehidupan sosial mereka kelak.
Dari balik kursi penonton, terlihat jelas bagaimana orang tua menikmati suasana. Sebagian sibuk merekam momen anaknya, ada pula yang larut dalam tawa melihat tingkah lugu si kecil. Anak-anak juga tampak betah, meski harus bergantian mengikuti aktivitas.
Salah satu ayah peserta berkata:
“Biasanya anak saya sulit diajak sabar menunggu. Tapi di sini, dia bisa antre dengan tertib bersama teman-temannya. Saya rasa pengalaman ini sangat berharga.”
Festival ini memang dirancang bukan sekadar hiburan, melainkan pengalaman nyata yang meninggalkan kesan mendalam.
Keterlibatan Danone dalam festival ini menegaskan pentingnya sinergi berbagai pihak. Tidak hanya perusahaan, tetapi juga komunitas, orang tua, dan tenaga pendidik perlu bersama-sama menciptakan ekosistem yang mendukung tumbuh kembang anak.
“Generasi emas 2045 harus dipersiapkan sejak dini. Salah satunya dengan membiasakan anak mandiri melalui aktivitas bermain yang sehat,” jelas salah satu narasumber.
Di akhir acara, PT. Anak Cerdas Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program edukasi keluarga. Festival Anak 2025 hanyalah permulaan. Rangkaian kegiatan serupa akan digelar di berbagai kota, agar lebih banyak keluarga merasakan manfaatnya.
“Kami berharap acara ini menginspirasi orang tua untuk menjadikan bermain sebagai bagian penting dalam pola asuh sehari-hari. Dengan begitu, kita bisa mendukung lahirnya generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan mandiri,” tutup perwakilan PT. Anak Cerdas Indonesia.
Festival Anak 2025 menjadi bukti nyata bahwa bermain adalah cara terbaik untuk belajar. Dengan dukungan orang tua, fasilitator, dan komunitas, anak-anak tidak hanya bersenang-senang, tetapi juga mengasah keterampilan hidup yang akan mereka bawa hingga dewasa kelak.
Acara ini berakhir dengan wajah ceria anak-anak dan senyum puas para orang tua—pertanda bahwa misi festival telah tercapai.
Each built with Teba will look different. You can customize anything appearance of your website with only a few clicks